Senin, 13 Januari 2020

Kuota oh Kuota

Sumber : id.aliexpress.com

Menikmati gambar di atas, yang saya rasakan adalah kesejukan, keheningan, kedamaian, kesegaran, rasa yang nyaman, bahagia, bebas, lepas. 
Adakah sama yang Anda rasakan?

Ya, alam selalu menjadi penyeimbang yang hebat bagi jiwa-jiwa lelah dan gundah. Ditengah terpaan badai kehidupan, tuntutan dunia kerja yang begitu ekstrem, masalah-masalah pribadi, masalah-masalah sosial, masalah-masalah rumah tangga, tuntutan kebutuhan hidup, semua menjadi paduan sempurna untuk menjungkirbalikkan kondisi seseorang dan terjebak dalam kondisi emosi yang tidak terkendali.

Coba bayangkan, sesubuh-subuh fajar belum lagi menyingsing, masing-masing kita sudah terburu-buru bersiap ke tempat bekerja, lupa banyak hal, abaikan segalanya, demi mengejar sesuatu bernama absen online, kuota pun tak pernah luput diperiksa dan selalu terisi full. Cukup sampai disana?
Tidak, rencana kerja, laporan pegawai, hasil evaluasi, penilaian teman sejawat, input data kepegawaian, semua online, semua memakai kuota, dan semua selalu menjadi prioritas perhatian kita.  Lantas, kita kembali ke rumah di sore bahkan malam hari, dengan kelelahan yang luar biasa, dan masih dijejali dengan berbagai pekerjaan. Dan semua kuota oh kuota.

Lalu, pernahkah merenung
Seperti itukah kita berupaya mengisi kuota kita ketika menghadap Allah swt dalam shalat-shalat kita, dalam tilawat-tilawat kita, dalam dzikir-dzikir kita?

Tidak, saya tidak, entah Anda.
Saya lebih banyak melalaikan kuota yang seharusnya saya perhatikan, saya pedulikan dan saya isi full lebih dari apapun.

Maka pantas rasanya, jika diri ini masih dan masih saja diterpa kegundahan, diterpa kegelisahan, kekecewaan, dan keruwetan tiada akhir.
Maka pantas rasanya, jika sampai detik ini, nyaman dan damai itu entah kemana berlalunya.
Maka pantas rasanya, jika hingga saat ini, masih sulit menemukan jati diri sesungguhnya.

Semoga ini menjadi refleksi bagi diri saya sendiri.

Maafkan hambaMu ya Rabb ....


Rumahku, 14012020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar