Selasa, 26 November 2019

Perubahan Kecil

Harapan Baru bernama Perubahan Kecil


Di atas adalah kutipan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam menyambut Hari Guru Nasional Tahun 2019. Dalam pidato tersebut, tersirat sebuah harapan yang disematkan ke pundak para Guru di Indonesia. Ya... Pak Menteri menyebutnya dengan perubahan kecil, tapi diakhir pidatonya, ditutup dengan kalimat, jika setiap Guru melakukan perubahan kecil ini, maka kapal besar bernama Indonesia akan bergerak.

Inspiratif pidato yang disampaikan oleh Mendikbud yang baru ini. Sebagaimana beliau menyemai harapan kepada para Guru, para Guru di seantero Nusantara pun tentu menaruh harap pada kepemimpinan beliau. Gaya muda, pengetahuan, pengalaman dan skill yang dimilikinya, diharapkan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang berdampak signifikan bagi pendidikan di Bumi Indonesia. Perubahan kecil yang diharapkan Mendikbud, InsyaAllah akan disambut dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin oleh para Guru.

Pertanyaannya :

1. Apakah para siswa kita juga siap dengan harapan perubahan kecil ini?
2. Apakah sistem yang dibangun selama ini, mampu memberikan peluang yang memadai untuk terlaksananya perubahan kecil ini?
3. Apakah para pemangku kepentingan aware dengan hal ini?
4. Apakah pola didik di keluarga sudah menciptakan suasana menuju perubahan kecil ini?
5. Apakah masyarakat sudah mampu membangun suasana kehidupan yang mendukung tercapainya perubahan kecil ini?
6. Dan masih banyak pertanyaan lainnya

Kembali ... Harapan perubahan itu digaungkan. Gaungnya menggema, dan mendapat tepukan meriah di berbagai media.
Semoga gaung harapan ini, tidak sekedar retorika, tidak sekedar wacana, tidak sekedar pemanis program kerja belaka.
Para Guru pada prinsipnya akan siap menerima perubahan. Karena perubahan adalah sebuah keniscayaan. Apakah pernah tercatat dalam sejarah bahwa bangsa-bangsa mencapai kemajuan dengan berdiam diri?
TIDAK.
Sesuatu bernama perubahan lah yang mampu menggerakkan kemajuan. Jika perubahan itu mampu disikapi dengan sebaik-baiknya. Tentu akan lahir ketidaknyamanan, sejenak, karena terbiasa dengan zona nyaman yang meninabobokan. Namun, sampai kapan akan berdiam dan bersembunyi di zona nyaman?
Boleh saja sih seperti itu.
Tapi yakinlah, bahwa memutuskan untuk tetap tiarap di zona nyaman, hanya akan membuat kita terlindas kemajuan yang tidak dapat dibendung.
Siapkah kita hanya jadi penonton dibalik kemajuan peradaban?
Siapkah kita terpaksa harus bertepuk tangan dan menyalami keberhasilan orang lain
Siapkah kita meneruskan hidup dalam penyesalan, seandainya saya dulu berubah, seandainya saya tidak berdiam diri, seandainya saya mau belajar dan seandainya seandainya lain.

Mari sambut harapan baru, dengan perubahan kecil, dimulai dari diri sendiri, dimulai dari sekarang. Onak duri pasti akan dihadapi. Tidak ada yang mudah untuk memulai sesuatu yang baru, dan tangga ke 100 bernama sukses, akan dimulai dari pijakan pada anak tangga pertama.

Selamat berkarya untuk para Guru seluruh Indonesia.


Salam sukses


Tidak ada komentar:

Posting Komentar