Sabtu, 30 November 2019

Saat Ikhlas Diuji

Kok begini?
Padahal saya sudah berbuat baik
Padahal saya sudah memberikan segalanya
Kenapa saya tidak dihargai?

Pernah mengalami kondisi seperti itu?
Pernah mengucapkan kata-kata seperti itu?

Jawaban terjujur : Saya pernah dan menyesalinya, sangat.

Sobat blogger,
Hidup selalu menghadapkan kita pada situasi yang tidak akan pernah selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan, apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan.

Seperti contoh tadi. Ketika seseorang sudah berusaha memberikan segalanya, memberikan yang terbaik, dedikasi tiada henti, bahkan sering mengabaikan kepentingannya sendiri, apakah itu bagi keluarganya, bagi lingkungan kerjanya, bagi sahabat dan handai taulannya.

Namun,,,begitu terhenyaknya dia, ketika mendapati bahwa apa yang dilakukannya, tak dianggap apa-apa, tak berarti apa-apa. Seolah seperti angin menghempas debu, terbang, hilang, tak berbekas, nothing.

Sakit?sedih?merasa tak berguna? Pasti, dan itu akan terasa sangat menyiksa jika ..........kita masih menggantungkan dan membiarkan hati kita, diri kita dikendalikan oleh tindak dan perilaku orang lain.

Namun, jika kita sudah mampu mencapai taraf bahwa go ahead, lakukanlah apa yang mau kalian lakukan, go ahead, ucapkanlah apapun yang mau kalian ucapkan. Karena semua itu sekali-kali tidak akan mampu merubah apalagi merusak hati dan diri saya. Go ahead!
Bisakah kita sampai ditaraf itu?dengan legowo, dengan senyum semurni embun?
Bahkan lebih dalam lagi, kita sampai pada taraf menggantungkan dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT? Bahwa urusan setiap makhluk adalah dengan Rabb-Nya?

Mudahkan sampai di taraf ini?
Bisa ya bisa tidak.
Bagi saya, semua itu membutuhkan sebuah proses perjalanan dan tempaan hebat.
Tak kan didapat dengan satu dua kali kejadian.

Lho kok begitu?
Apakah Allah SWT tidak ingin hamba-Nya menjadi baik?

Tidak!!!

Ketika ikhlasmu diuji, saat itulah Allah SWT hadir untukmu, dan ingin melihatmu naik ke derajat ikhlas lebih tinggi lagi.
Saat ikhlasmu tak dihargai, itulah waktu bagimu, untuk kembali mengingat Rabb-Mu.
Apa yang kamu lakukan, apa yang kamu kerjakan, apa yang kamu berikan, ingat!!!semua bukan karena hebatmu, tapi semata-mata karunia dan kasih sayang Allah Taala bagimu.

Saya menuliskan semua ini, sesungguhnya pengingat bagi diri sendiri, karena ketika ikhlas diuji, sering terlena diri, lupa jaga lisan dan hati, hingga terucap kata yang justru akan mengikis habis nilai baik diri, dan kelak akan disesali.

Selamat malam sobat, semoga esok lebih baik lagi.

"Sudut sunyi kota Intan, 30 Nopember 2019"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar