Siapakah gerangan sang penggerak itu?
Sang Penggerak itu bernama GURU, dan Bapak Menteri kita sedang mencari GURU, tidak banyak yang dicari, hanya 1 orang Guru dari tiap sekolah. Tapi bukan sembarang Guru yang dicari, melainkan Guru Penggerak.
Siapakah Guru Penggerak itu?
Menurut Bapak Menteri, Guru Penggerak itu :
1. Biasanya sedikit nakal 😁
Lho lho lho, Pak Menteri kok cari Guru yang sedikit nakal ya?
Jangan parno dulu!
Seorang penggerak, seorang pioneer, seorang pemikir, biasanya memang akan terdeteksi sebagai seorang yang nakal, karena pemikiran-pemikirannya, tindakan-tindakan yang diambilnya berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Dia sudah bisa keluar dari zona nyaman (out of the box), bahkan sering, muncul sebagai "penentang" kebijakan-kebijakan yang dirasa tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, orang-orang dengan tipe penggerak ini sering dianggap nyeleneh bahkan aneh.
2. Sering Berinovasi Membuat Kurikulum dan Metode Sendiri di kelasnya
Nah, ciri kedua dari Guru Penggerak yang dicari Pak Menteri adalah sering berinovasi, melahirkan ide-ide baru, terobosan-terobosan baru. Lantang menyuarakan perubahan, sigap menyikapi perubahan. Gaya mengajar di kelasnya tidak monoton. Selalu upgrade kemampuan dan pengetahuan. Memikirkan cara-cara terbaik dan terefektif untuk membelajarkan siswa-siswanya. Tidak alergi dengan sebuah temuan baru, tidak pandang sebelah mata pada kawan sejawat yang baru, tidak ragu untuk berbagi ilmu, saling membantu sesama guru. Ketika sebuah metode sudah tak mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan belajar anak didiknya, maka Guru Penggerak tak ragu untuk terus menimba ilmu, mengasah diri, dan mempraktekkannya di kelas-kelas yang dibimbingnya.
Kadang pada saat itu, pemikiran dan metode mengajarnya tak bisa diterima, dihina, ditolak.
Namun, pada saatnya, orang-orang akan mulai mengganggukan kepala tanda setuju dan mulai meniru.
3. Jarang mendapat apresiasi
Yess, ciri lainnya dari Guru Penggerak adalah miskin apresiasi. Baik dari atasan maupun sejawat. Bahkan tak jarang yang diterimanya adalah sebuah cibiran.
Apakah Guru Penggerak itu ada di Republik kita?
Ada? Ada? Ada?
Saya yakin ada
Jika belum ada, mari kita buat Ada
Apakah saya, atau Anda rekan-rekan Guru se-tanah air tercinta memenuhi kriteria di atas?
Bagi saya, "sayembara" Pak Menteri ini menjadi sebuah lecutan, untuk terus berbenah ditengah segala kekurangan dan kelemahan.
Meskipun yang sebenar-benarnya, sudah lelah menghadapi dan menjalani segala tuntutan yang tak bisa dimengerti kemana muara tujuannya.
Semoga Menteri Pendidikan yang masih sangat muda (dibanding saya🙈), berhasil menemukan Guru Penggerak itu, demi kemajuan pendidikan di negeri ini.
Salam sukses bagi para Guru Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar