![]() |
| Pantai Lawata Kota Bima Nusa Tenggara Barat |
Ahhh ...... Hujan senja ini
Kembali mengusik hati
Membongkar kenangan demi kenangan yang pernah dan akan tetap singgah di hati
15 tahun lalu, kami pernah disini,
Menikmati debur kecil ombak pantai ini
Menghirup semilir angin, mengecap asin air laut, dan bermain dengan lembutnya pasir pantai bernama Lawata.
Tidak pernah terbayang, bahwa kami pernah ada di tempat ini
Ribuan mil jaraknya dari Kota kelahiranku
Dan juga tidak pernah terbayang, jika kenangan disini akan begitu berat melekat dalam ingatan.
Bima Nusa Tenggara Barat,
Kampung Pane Kelurahan Nae, itulah nama kampung tempat kami tinggal, sebagai perantau, untuk suatu tugas mulia yang diembankan di pundak kami.
Kampung ini akan selalu lekat dalam ingatan, karena kampung inilah yang menyambut kami begitu ramahnya, sejak pertama jejak kaki memasuki gang kecil, menuju sebuah rumah kontrakan sangat sederhana, sebuah rumah yang hampir belum sempurna jadi.
Ada nenek umi, bibi luly, umi asni dan keluarga, mbak dewi dan keluarga, dan banyak lagi warga gang ini, yang seolah ada yang mengomando, beramai-ramai menemui kami, menyambut dan menerima kami sebagai warga baru mereka, keluarga baru mereka.
Kecemasan yang semula menghantui pikiran, akan seperti apa negeri rantau tempat ku nanti? Hilang sirna menguap bersama peluk sambut penuh kehangatan.
Kutemukan keluarga baru, itu yang kurasakan saat itu.
Dengan sangat mudah, aku mampu berbaur dan beradaptasi. Berada di rantau tak lagi ada rasa galau.
Ah kalian ... Saudara-saudaraku diujung pulau Sumbawa
Entah kapan bisa ku peluk lagi kalian
Hanya ucap terimakasih yang bisa ku sampaikan
Kalian semua telah mengajarkanku tentang Indonesia, yang berbeda, namun kekeluargaan, keramahan, kehangatan, simpati, empati, rasa kebersamaan, telah menepis semua perbedaan, yang ada adalah kita satu keluarga.
Kalian telah mengajarkanku arti penerimaan yang sesungguhnya, tak peduli latar belakang asal, budaya dan apapun juga
Kalian, orang-orang sederhana yang tinggal ribuan mil dari Ibu Kota Negara,
Tapi dari kalian lah gambaran Indonesia itu ada.
Terimakasih saudara-saudaraku tercinta
Kampung Pane Nae, Kalampa, Paradorato, Bima
Akan selalu ada di hati kami.
Kota Intan, 7 desember 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar