Yyeeeyyyy ,,,,, aku yang pertama, berhasil berhasil berhasil!!!!!
Sorak riang itu terdengar nyaring. Itu adalah ekspresi kegembiraan dari putri ke-2 kami yang berhasil menemukan jalan keluar di sebuah Labirin.
Lain hal nya dengan putri sulung kami, dia nampak biasa saja (istilah anak-anak milenial B aja) walaupun sama berhasil menemukan jalan keluar dari Labirin tersebut. Apalagi si bungsu, cuma melongo kebingungan melihat kakak-kakaknya yang berseliweran berlari-lari dalam Labirin itu.
Saya, mengamati tingkah anak-anak dari kejauhan, sambil mengabadikan momen ini.
Sambil duduk berteduh di pojok areal bermain ini, saya putar lagi rekaman tingkah polah anak-anak. Lama, termenung, saya temukan sebuah pelajaran.
Bagi anak-anak, wahana ini tak lebih dari sebuah permainan saja.
Tapi tidak bagi saya. Labirin ini benar-benar memberikan gambaran tentang kehidupan yang kita jalani. Berliku, penuh teka-teki, sulit ditebak, penuh dengan halang rintang, tantangan.
Dan apa yang dilakukan oleh anak-anak, sesungguhnya mencerminkan pola tindakan kita dalam melalui hidup.
Lihatlah putri ke-2 kami, yang begitu antusias, penuh semangat, berupaya menemukan jalan keluar dari Labirin, meski mentari sangat terik saat itu, cucuran keringat dan nafas tersengal nampak kentara, berulang-ulang dia harus kembali ke belakang, melihat-lihat arah jalan, berlari kecil, terdiam sejenak memikirkan ke arah mana langkah akan diteruskan, kadang terlihat serius, kadang tertawa lepas, senang menemukan jalan, kadang menertawakan kesalahannya sendiri ketika yang dia jumpai adalah jalan buntu, kadang nampak kesal karena berkali-kali gagal.
Begitulah sebagian kita menyikapi apa yang dihadapi. Liku-liku hidup, rintangan, hambatan, bisa dihadapi dan diselesaikan jika semua dijalani dengan penuh antusias, semangat dan keyakinan, meski ditengah perjalanan, kita pasti menghadapi saat-saat begitu lelah, kehilangan semangat, bahkan putus asa. Tapi bagi para pejuang tangguh, akan selalu menemukan kembali jati dirinya, melawan segala kesulitan dan pada akhirnya dialah sang pemenang, yang dengan bahagia bersorak untuk segala perjuangan yang dilaluinya.
Lain cerita dengan putri sulung kami, meski sama-sama berhasil menemukan jalan keluar dari Labirin, tapi ekspresinya datar. Kenapa?
Karena bagi dia, Labirin ini ga memberikannya tantangan berarti, terlalu mudah ditaklukan. Untuk anak seusianya, mungkin menginginkan Labirin yang lebih besar dan rumit.
Begitulah kita. Ketika dihadapkan pada sesuatu yang mudah, tidak akan atau sedikit sekali daya juang yang akan ditampakkan. Bahkan akan cenderung berleha-leha, bersantai. Maka, jangan pernah bahagia ketika dihadapkan pada berbagai kemudahan, karena diri Anda tidak akan ditempa untuk sebuah kerja keras, Anda tidak akan paham arti menghargai pengorbanan, sebuah proses panjang pencapaian, dan disisi lain, Anda akan mudah dikalahkan.
Lihatlah, hidup tanpa tantangan tidak akan memberikan dampak apa-apa meskipun Anda berhasil atas sebuah pencapaian. Semua terasa Biasa saja.
Dan sejatinya, manusia membutuhkan tantangan yang lebih, untuk terus mengasah kemampuannya.
Nah, si bungsu?
Belum paham dengan apa yang terjadi. Hanya melongo kebingungan melihat tingkah polah kakaknya. Bahkan menangis dalam ketidakmengertiannya.
Adakah diantara kita yang sering melongo? Hanya bisa melongo? Tak tau, tak mengerti dengan apa yang terjadi? Tak mengerti apa yang harus dilakukan?
Mungkin ada.
Mungkin juga saya pernah berada pada situasi seperti itu. Dimana merasa begitu bingung, tidak paham dengan apa yang sesungguhnya terjadi, apa yang seharusnya dilakukan.
Menangis seperti bayi yang kebingungan?
Ya, ada masa dimana semua situasi dalam Labirin tadi pernah kita hadapi. Itulah sejatinya kehidupan.
Tidak ada sorak gembira atas sebuah kesuksesan yang diraih dengan mudah. Yakinlah, hanya mereka dengan naluri pejuang tangguh lah yang layak menerimanya.
Sudut Sekolah, 9 Desember 2019
Untuk putra-putriku, untuk siswa-siswiku,
Selamat berjuang
Jadikan hidup kalian berarti
Adakah diantara kita yang sering melongo? Hanya bisa melongo? Tak tau, tak mengerti dengan apa yang terjadi? Tak mengerti apa yang harus dilakukan?
Mungkin ada.
Mungkin juga saya pernah berada pada situasi seperti itu. Dimana merasa begitu bingung, tidak paham dengan apa yang sesungguhnya terjadi, apa yang seharusnya dilakukan.
Menangis seperti bayi yang kebingungan?
Ya, ada masa dimana semua situasi dalam Labirin tadi pernah kita hadapi. Itulah sejatinya kehidupan.
Tidak ada sorak gembira atas sebuah kesuksesan yang diraih dengan mudah. Yakinlah, hanya mereka dengan naluri pejuang tangguh lah yang layak menerimanya.
Sudut Sekolah, 9 Desember 2019
Untuk putra-putriku, untuk siswa-siswiku,
Selamat berjuang
Jadikan hidup kalian berarti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar